Legalisasi Ijazah ke Kemenkumham di Masa Pandemi (Domisili Luar Jakarta), SUPER MUDAH!
Karena niat banget pengen daftar HES bulan maret kemarin, walaupun akhirnya ga lolos juga seleksinya, ngebuat aku akhirnya bisa tau kalau ternyata Kemenkumhan itu KEREN BANGET!
Dibagian nama pejabat, nanti akan kelihatan kok guys spesimen tanda tangannya sudah terdaftar atau belum di kemenkumham. Kalau kalian ketik namanya dan ga muncul, berarti belum terdaftar ya. Dan itu setau aku agak ribet, karna perlu minta form ke kemenkumham lagi untuk dibuatkan spesimennya.
Eiitt jangan pergi dulu, belum selesai guys!
Kalian perlu Download voucher nya dan bawa voucher itu ke bank untuk pembayaran. Seinget aku, kemenkumham hanya menerima pembayaran melalui Bank BNI dan BTN. Waktu itu aku bayarnya di bank BNI. Biayanya Rp. 50.000 per dokumen. Vouchernya nggak perlu di print, tunjukkin aja soft copynya ke teller, petugasnya udah ngerti kok. Hemat kertas, sayangi bumi guys 😉
Jadi buat daftar salah satu beasiswa yang disediain sama pemerintah Taiwan ini, aku perlu legalisir dulu ijazah dan transcript nilai pendidikan terakhir, dalam kasus ini ijasah S1 aku.
Nah, karena ini keperluannya untuk legalisir ke TETO, Taiwan representative di Indonesia, maka yang perlu aku legalisir adalah kedua dokumen yang sudah ditranslate dan dokumen aslinya yang berbahasa Indonesia. Kayaknya kalau dijelasin sekalian disini bakal panjang soal legalisir ke TETO ini, jadi nanti aku bakal buatin post yang berbeda deh ya!
Oke lanjutt...
Awalnya itu aku nyari" info kebijakan legalisir ke kemenkumham itu gimana, pasalnya sekarang khan lagi pandemi yak, pasti banyak penyesuaian di kantor pusatnya sana di Jakarta. Nah, ketemulah 1 video di youtube yang keren banget dia ngejelasinnya super lengkap, dan aku jadi tau kalau ternyata nanti tu sticker legalisirnya bakal dikirim kerumah via post. Tapi di video itu, dia perlu tetap datang ke kantor kemenkumham buat nyerahin bukti bayarnya.
Buat aku yang domisili di Bali, mikir banget donk datang ke Jakarta cuma buat nyerahin bukti bayar doank! Akhirnya aku buka website kemenkumham dan nemulah alamat email mereka (cs@ahu.go.id).
And you know what? THEY ARE SUPEEERR RESPONSIVE!!!
Email aku itu dijawab cuma dalam hitungan jam, keren banget sih ini menurut ku servicenya!
![]() |
| Jawaban dari cs kemenkumham |
Kebantu banget ga sih kalau kayak gini?! Ga perlu lagi deh beli tiket pesawat dan sebagainya buat terbang ke Jakarta buat ngurus, cukup dari Bali aja!
Next stepnya tinggal registrasi aja di web kemenkumham. Registrasinya gampang banget, tampilannya juga user friendly sekali, ga seribet belanja online kok, bener dehh.. Tinggal isi aja semua data-data yang diminta, kalau udah selesai semua nanti bakal terima email dari ahu, klik 'aktivasi akun'
Setelah aktivasi akun dan berhasil login, tampilannya seperti dibawah ini. Klik daftar permohonan, setelah itu klik 'Buat Permohonan'
![]() |
| Tampilan pertama setelah berhasil login |
Setelah itu, kalian tinggal isi aja semua data-data yang diminta. Dibagian 'Ada surat kuasa' pilih 'tidak'.
Kalau sudah isi semua, klik 'berikutnya' dan tampilannya akan seperti dibawah ini.
Dibagian nama pejabat, nanti akan kelihatan kok guys spesimen tanda tangannya sudah terdaftar atau belum di kemenkumham. Kalau kalian ketik namanya dan ga muncul, berarti belum terdaftar ya. Dan itu setau aku agak ribet, karna perlu minta form ke kemenkumham lagi untuk dibuatkan spesimennya.
Kalau kalian mau legalisir dokumen photocopy, yang sebelumnya sudah di legalisir oleh notaris, masukin nama notarisnya ya dibagian kolom pejabat.
Untuk bagian 'Lembaga', masukkan sesuai dengan lembaga penerbit dokumen, baik itu dokumen asli atau yang sudah di terjemahkan. Kalau kasus aku, karena mau legalisir ijazah, jadi yang aku input adalah 'Universitas Udayana'.
Dan kalian bisa masukin banyak dokumen ya sekali buat pendaftaran. Kalau memang perlu legalisir banyak dokumen, mending sekalian aja input datanya. Dan dibagian pratinjau, kalian bisa cek ulang untuk datanya semua sudah sesuai atau belum yang diinput
Kelar di halaman pratinjau, kalian buka menu 'daftar transaksi' dan tampilannya akan seperti ini
Kalian perlu Download voucher nya dan bawa voucher itu ke bank untuk pembayaran. Seinget aku, kemenkumham hanya menerima pembayaran melalui Bank BNI dan BTN. Waktu itu aku bayarnya di bank BNI. Biayanya Rp. 50.000 per dokumen. Vouchernya nggak perlu di print, tunjukkin aja soft copynya ke teller, petugasnya udah ngerti kok. Hemat kertas, sayangi bumi guys 😉
Kalau udah beres, scan slip yang diterima dari teller dan kirim ke email cs ahu beserta keterangan pendukungnya (yang aku mention diatas).
Tinggal tunggu ngga sampai seminggu, stickernya udah mendarat dengan cantik di rumah aku. Gampang kan?!
Kira-kira begitulah proses buka paketnya.. Oya guys, jangan lupa pas nempel stickernya sesuaiin sama namanya ya.. Jangan sampai nanti sticker untuk kartu keluarga, ketuker sama yang untuk ijazah (misalnya).
UPDATE:
* Untuk yang ijazahnya dikeluarin dari kampus swasta, ternyata harus di legalisir dulu ke Kemendikbud/Notaris baru Kemenkumham mau nerima. Kalau mau 1 hari jadi, mending ke notaris aja, Kemendikbud makan waktu 3 harian
* Upload dokumennya satu persatu per permohonan ya.. Kalau mau legalisir ijazah dan transkrip berarti buat permohonannya 2 kali.
Thankyou buat yang udah baca dengan seksama 😊 Semoga bermanfaat!






Komentar
Posting Komentar