Antara Keramahtamahan dan Julid?

 As an opening, aku mau menggambarkan situasi di kost ku..

Jadi selain tempat kost, si Ibu kost ini juga buka laundry. Karena kost ini bentuknya rumah gitu, anggaplah laundrynya ada dibagian ruang tamu. Dan, setiap hari ini ada anak kecil yang suka diajak main kesini. Entahlah itu anak siapa, dan ngga pernah nyari tau juga.

Di suatu hari yang nggak tenang-tenang amat, bahkan lebih ke ribut sih sebenernya karena suara dari film yang ditonton sama Mba penjaga kost plus suara anak kecil lagi nangis tapi suara video youtubenya juga masih idup, tiba-tiba datanglah seorang Ibu yang mau ambil laundry-an.

Si Ibu baru dateng udah ngomong, "Ehh, kenapa kok nangis?!" Bagian ini okelahh yaa..

Sambil nunggu baju-bajunya diambilin, si Ibu ngomong lagi, "Ini anaknya umur berapa Mba? Anaknya Mba ya?." Btw yang jaga anak sama yang jaga kost orangnya beda. Si Mba aku denger ngejawab, "September ini umurnya 4 tahun. Bukan anak saya, anaknya bos, Bu."

Kenapa aku bisa denger jelas? Jelaslah, secara ini rumah tu kayak nggak punya tembok. Orang ngomong apa diluar bakal kedengeran bangeett.. Bahkan suara temen kost lagi nonton drakor aja bisa kedengeran! Heran bener dah, gimana sih caranya rumah ini dibangun kok bisa tembus suara begini..

Lanjut, ntarannya si Ibu bilang gini, "Ehh, masih pake pampers yaa.. Udah mau empat tahun masih pakai pampers yaa..!" Dengan suara yang dibuat 'seolah ramah' tapi nggak kedengeran ramah sama sekali ditelinga ku, bahkan lebih ke nyindir.

Si Mba langsung counter attack, "Iya, kalau pipis emank belum bisa bilang. Kalau buang air besar baru dia udah bisa bilang". Kata si Mba menjelaskan. Yah aku rasa juga si Mba ngerasa gimana gituu kali yaa.. 

Next si Ibu comment lagi, "Eh pakai tangan kiri. ---- pakai tangan kiri yaa". Aku ngga tau pasti bagian ini si anak kecil ngapain pakai tangan kiri. Tapi dijawab sama si Mba, "Iya, ngeliat dari papanya. Papanya orang barat."

Nextnya si Ibu comment lagi, "Ibunya apa Mba? Muslim ya?" Yang langsung di iyain sama si Mba. Terus Ibunya jawab lagi, " Pernah ikut pengajian nggak ya?"

Aku yang udah nggak tahan langsung ngomong sendiri, "Emank kenapa kalau ikut Bu? Ibu mau lanjutin comment-in anak orang langsung ke Ibunya pas lagi ketemu di pengajian? Trus ngasi tau "Eh Bu, itu anaknya masa udah mau 4 tahun masa masih pakai pampers sih?!"

Please lahh.. Aku yakin sih perlakuan kayak gini banyak banget kita temuin sekarang. Ibu-ibu yang comment tentang gimana kondisi anak seseorang. Mungkin dia mikirnya mau ramah, tapi itu not sound friendly at all! Instead of sound kind, it sounds more rude to me. 

Well, aku yakin sih orang-orang udah sering denger quotes ini, "Kalau nggak tau mau ngomong apa yang baik, mending diem sekalian". YES! Ini bener bangeeett.. Apalagi ini konteksnya ngomongin anak orang.

We don't know how their mom threat them at home. We also didn't know how their mom condition or what she do in her daily life. Even if we think that it's not good, even if we think, "Wajarlah udah mau 4 tahun harus diajarin nggak pakai pampers lagi", still it's not our job and not in our capacity to judge the kids condition. We didn't know how's the kids health and physical condition. Please, not every moms do the same.

So, if someday, there's someone who comment like this, instead of explanation the condition, I would rather reply, "Emank kenapa?"


Gambarnya nggak nyambung tapi cuma pengen beragam itu buat indah, kayak bunga ditaman ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Legalisasi Ijazah ke Kemenkumham di Masa Pandemi (Domisili Luar Jakarta), SUPER MUDAH!

Quick Outfit Post ~ Back to 80's

Dye Undye